dalam detik yang tidak pernah berhenti
dalam hening yang semakin ramai
dalam perjalanan yang sepi
pada senja yang buram cemuram
pada hujan yang menetes semalam
pada untaian kata yang tanpa salam
maka inilah kekasih yang merindu
dalam detik yang tidak pernah berhenti
dalam hening yang semakin ramai
dalam perjalanan yang sepi
pada senja yang buram cemuram
pada hujan yang menetes semalam
pada untaian kata yang tanpa salam
maka inilah kekasih yang merindu
Categories: sastra
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.