Eggi168 Weblog

May 12, 2008

Filed under: diri sendiri — Tags: , — eggi168 @ 11:41 am

Baru saja saya selesai memarkir motor saya, tiba-tiba sekerumunan wartawan elektronik menghampiri saya. mereka mengelilingi saya sambil menyodorkan mike dan kameranya.

“kabarnya Anda menjalani hubungan dengan Titi Kamal ?,” satu pertanyaan meluncur.

“Wah, kata siapa,” saya menjawab,”Selama ini saya dengan Titi cuma teman aja koq.”

“Tapi ada yang pernah liat Anda berduaan dengan Titi?,” kembali pertanyaan meluncur.

“Gini ya Mbak, Mas. Saya ama Titi cuma temanan. Kalo misalnya ada yang liat saya jalan berdua, makan berdua ya itu kapasitasnya sebagai teman. Dan saya rasa setiap orang pernah ngelakuinnya dengan temannya. Mbak dan Mas juga pernah kan,” saya berargumen.

“Jadi Anda tidak ada hubungan dengan Titi Kamal? padahal Anda berdua terlihat mesra,” tanya sekali lagi. Mungkin biar saya benar-benar menegaskan pernyataan saya barusan.

“Saya cuma teman!”

“Lalu, bagaimana dengan rencana Titi yang mau menikah?”

Saya menarik nafas, “Kalo Titi mau menikah ya itu haknya. Sebagai teman saya cukup berbahagia Titi udah temukan pasangan hidupnya.”

“Anda tidak keberatan Titi menikah ?”

“Wah kenapa saya harus keberatan ?,” saya balik tanya, “Gini, Titi pernah cerita ke saya rencananya menikah. Sebagai teman, sekali lagi sebagai teman, saya kasih pendapat. Tapi pada intinya saya dukung setiap keputusan Titi yang dirasa baik buat dirinya.”

“Anda datang ke pernikahan Titi ?”

“Saya diundang dan saya bilang ke Titi usahakan datang bila tidak ada halangan ?”

“Kalo Anda tidak datang, apa itu Anda cemburu ?”

“Waduh Mbak Mas, koq masih enggak yakin banget sih kalo saya cuma teman,” sanggah saya mulai kesal, “Hubungan kami cuma teman dan saya senang dengan keputusan Titi memilih pendamping hidupnya.”

Saya pun mulai berjalan meninggalkan lapangan parkir. Kesal juga lama-kelamaan meladeni pertanyaan para wartawan itu. tapi berondongan pertanyaan justru tidak mau berhenti ketika saya mulai enggan menjawab. Saking berusaha menghindari pertanyaan-pertanyaan itu, saya menunduk dan tidak konsentrasi penuh melihat jalan. Sampai kemudian…. Bruk!!

Saya terbangun dan berada di kamar. Lho?

wah rupanya saya baru saja bermimpi. Sakit juga badan ini jatuh dari tempat tidur. Jam di dinding masih pukul dua dini hari. Sementara di dinding, Titi Kamal tersenyum manis dalam posternya.

Wah rupanya hubungan saya yang menjadi seorang teman dengan seorang teman sampai terbawa mimpi.

Advertisements

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: