Eggi168 Weblog

May 14, 2008

remember D’May

Filed under: diri sendiri, tulisan ringan — Tags: , — eggi168 @ 8:15 am

5 Mei 1998.

Jalan Raya Meruya Selatan sepi dari lalu lalang kendaraan. Tidak ada metromini, angkot bahkan sepeda motor pun emoh melewati jalan yang menuju Jalan Raya Kebon Jeruk itu sejak pagi hari.

Warung makan yang biasa menjadi incaran mahasiswa kost tutup. Tidak ada nasi uduk seribu rupiah yang bisa mengeyangkan perut mahasiswa.

Dari dalam kampus Universitas Mercu Buana (UMB), mahasiswa dari Fakultas Ekonomi, Teknik, Pertanian dan Komunikasi telah berkumpul. Ada yang sudah seminggu tidak pulang ke rumah. Kaos di badan pun lusuh dan kumal. Sebagian mahasiswa membakar ban bekas sampai kepulan asap warna hitam membumbung di langit biru Ibukota sebelah barat.

“Kita hari ini kembali berdemo, menuntut Soeharto mundur!,” teriak Afzal, ketua Senat Mahasiswa UMB menyemangati barisan mahasiswa berjaket warna merah.

Ketika barisan mahasiswa sudah rapih dan hendak berjalan keluar kampus, langkah pun tersendat. Barisan tentara telah menghadang, lengkap dengan senjata laras panjang dan pentungan. Tentara menahan laju mahasiswa, memaksa mahasiswa mundur malah ingin membubarkan.

Aksi dorong pun terjadi. Mahasiswa merasa punya hak untuk mengoreksi pemerintah, punya hak membela rakyat yang sudah makan tahinya sendiri. Tapi tentara juga punya kewajiban mematuhi perintah mempertahankan keabsahan rezim yang berkuasa. Punya kewajiban yang harus membuat mereka berhadapan dengan pendemo yang seumuran dengan anak, keponakan atau sepupunya.

Inilah babak bertemunya hak dan kewajiban. Babak pamungkas yang berujung pada bentrok. Pentungan melayang. Senapan dikokang dan peluru bermuntahan ke langit Ibukota. Mahasiswa berhamburan masuk ke dalam kampus. Sementara tentara hanya berdiri membuat pagar betis agar mahasiswa tidak kembali. Tidak kembali berdemo menuntut bubarnya sebuah rejim.

* * *

Begitulah heroisme tentang gerakan mahasiswa UMB pada Mei 1998. Heroisme yang terkubur dari gegap gempita pemberitaan karena tidak seheboh Tragedi Trisakti. Tapi heroisme itu senantiasa diceritakan secara turun-temurun di kalangan mahasiswa.

Pertama kali aku mendengar heroisme itu ketika OSPEK. Kala itu diceritakan oleh Afzal yang juga menjadi pelaku utama. Lalu, ku dengar kembali ketika menjalani setiap pelatihan keorganisasian, baik oleh organisasi kampus maupun non-kampus yang beredar di UMB.

Uniknya, heroisme itu diceritakan turun-temurun bahkan oleh bukan orang yang mengalaminya secara langsung. Ketika baru lulus dan diundang menghadiri sebuah pelatihan organisasi mahasiswa, heroisme Mei kembali diceritakan oleh seorang mahasiswa angkatan 2000. Halah!

* * *

Bagiku, heroisme Mei adalah bagian dari perjuangan mahasiswa kala itu untuk membuat sebuah jalan baru sejarah bangsa Indonesia. Meski tidak merasakan namun aku bisa merasa bahwa itulah masa ketika mahasiswa bersatu untuk rakyat.

Bagaimana dengan sekarang ?

Pada diskusi mengenang 5 Mei 1998 di aula UMB pekan lalu, aku mengatakan bahwa mahasiswa harus mempertanyakan kembali gerakan yang tepat dengan situasi kondisi masyarakat. Sebelumnya, aku menghadiri diskusi itu karena diundang oleh BEM UMB mewakili kelompok mantan aktifis kampus.

Menurutku, pola gerakan mahasiswa 1998 tepat untuk kondisi masyarakat kala itu. Tapi masihkah tepat dengan kondisi masyarakat saat ini ?

Aku katakan kalau masyarakat dinamis. Silahkan berdemo tapi jangan salahkan masyarakat bila mereka komplain karena jalur Sudirman-Thamrin macet total. Ini adalah satu contoh yang terjadi dan aku bisa rasakan karena saat ini aku bagian dari masyarakat.

Setidaknya mahasiswa harus mulai melakukan perubahan pola pergerakan. Masih ada cara-cara lain demi tercapainya tujuan gerakan mahasiswa.

Advertisements

2 Comments »

  1. Cerita lama…. cerita Reformasi … hehe sejarah ..tetap sejarah … kenangan pahit yang ditelan, tetapi kenangan yang menjadi sejarah selamanya 🙂

    Comment by Edy Chandra — May 16, 2008 @ 9:52 am

  2. Somehow i missed the point. Probably lost in translation 🙂 Anyway … nice blog to visit.

    cheers, Bodysuit

    Comment by Bodysuit — June 19, 2008 @ 4:13 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: