Eggi168 Weblog

July 11, 2008

Untuk Sita

Filed under: diri sendiri — eggi168 @ 8:35 am

Mungkin saya ini manusia unik. Saya menyukai yang belum tentu disukai oleh banyak kalangan. Ambil contoh di tempat bekerja saat ini. Kebanyakan rekan menyukai bidang olahraga atau otomotif. Sementara penggemar musik ada tapi jenis musik yang easy-listening atau easy-going.

Sementara saya sedikit menaruh perhatian pada bidang otomotif. Kalau olahraga suka hanya saja bukan seperti yang digemari kebanyakan rekan kantor. Nah, untuk musik rasanya hanya saya seorang yang menggemari musik genre cadas.

Tengoklah setiap jam bubar kantor, maka ruangan saya akan hingar-bingar oleh musik berirama keras mulai dari Death Metal, Black Metal, Punk sampai Hard Core. Bagi saya itulah musik yang bisa asyik. Sementara rekan kerja saya yang belum pulang dan harus mendengar lantunan musik itu hanya bisa elus dada. Sabar kupingnya sakit.

Kadang saya berharap ada rekan kerja di kantor ini yang sama-sama sealiran menyukai musik cadas. Sehingga bisa mendengarkan bareng lalu membahasnya. Bukan geleng-geleng kepala ketika suara yang keluar hanya teriakan dan jeritan di antara nada.

Sebenarnya sih ada seorang rekan, Sita namanya. Rupa-rupanya rekan saya yang saat bekerja di kantor sedang hamil anak pertama ini menyukai musik cadas. Beberapa kali kami nyambung bicara grup cadas. Bahkan Sita akui pernah jadi anak Punk. ”Punk itu jiwa, semangatnya harus ada di hati,” begitu kataku suatu ketika. Beberapa kali pun aku pernah memberinya info pertunjukan musik-musik cadas di JABODETABEK.

Uniknya, setiap kali aku putar musik-musik cadas maka Sita akan enjoy mendengar. Bahkan Sita merasa kalau bayi yang dikandungnya pun ikut menikmati. ”Hahaha… bayimu nanti jadi rocker, Sita,” candaku.

Kalau sudah begitu maka aku pun akan berceramah ria. Menjelaskan seribu satu hal tentang Metal. Mulai dari nenek moyangnya sampai anak cicitnya. Termasuk juga semangat kaum cadas. ”Punk biar kayak orang gila itu tapi idealisnya tinggi,” jelasku suatu ketika, ”Ada enggak anak punk malak, nyuri atau ngerampok orang? Kagak ada karena anak punk hidup dengan dirinya sendiri.” Berulang kali aku cerita tentang musik cadas tanpa peduli Sita mendengarkan atau tidak. Masa bodoh!

Tapi rupanya Sita harus berhenti bekerja. Ia ikut suami yang bekerja tidak di kota Jakarta. ”Sulit bagi suamiku jauh apalagi mau melahirkan begini,” alasan yang diberikan kepadaku.

Ya, mau apa lagi. Aku hanya merasa kehilangan seorang rekan yang memiliki kesenangan sama. Sebagai tanda perpisahan, aku pun menyiapkan sebuah CD berisi kumpulan musik-musik cadas koleksiku. ”Siapa tahu bayimu kangen dengar musik metal, nanti tinggal putar aja ya,” pesanku saat menyerahkan CD itu. Tidak lupa ku ucapkan terima kasih mau ikhlas bersama-sama mendengarkan musik cadas yang bagi sebagian orang cukup untuk membuat sakit kepala.

Dan, hari ini kembali aku mendengar musik cadas. Sengaja menggunakan headphone dan disetel dengan volume maksimal. Ya, biarkan aku larut dalam kegembiraan. Gembira sendiri…..

* ditulis ketika Sita resmi mengundurkan diri. lupa tanggal Juni 2008

Advertisements

1 Comment »

  1. Hmmmm….
    gue sih ok aja kalo u setel tuh musik yang emang berisik…
    tapi sayangilah kuping lo gi, kalo cepet budeg kan sayang 😀

    Comment by jennlie — July 19, 2008 @ 10:08 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: