Eggi168 Weblog

April 15, 2010

Tragedi

Filed under: sastra — eggi168 @ 7:39 am

Ada Ibu menangis di depan layar kaca

Ia mendekap erat tiga anaknya yang masih bocah

Si Sulung bertanya kenapa ayah belum kembali ke rumah

“Ayah masih kerja, sebentar lagi pulang”, begitu Ibu berkata

Lirih,

Pedih,

Demi menyaksikan aparat dan warga berjibaku

Ada Ibu menangis di lorong rumah sakit

Si Anak terbungkus kain kafan yang tidak lagi putih

Nyawa merenggang di antara batu dan parang

Begitulah, matahari menjadi saksi

ketika darah dan air mata pecah

begitu kekuasaan mempertunjukan arogansinya

Lalu, adakah yang kita petik?

diantara tetes darah yang mulai mengering,

air mata yang tersisa

Advertisements

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: